Kamis, 16 Februari 2012

Berita: Afghanistan Memerintahkan Pembawa Acara TV Berkerudung

Kabul (AFP/ANTARA) - Afghanistan telah memerintahkan pembawa acara TV wanita mereka untuk berhenti tampil tanpa kerudung dan hanya boleh memakai sedikit make-up, ujar pihak berwenang, menambah ketakutan pada pembatasan di media mereka yang masih berusia muda tersebut.

"Semua jaringan televisi serius untuk meminta pembawa acara wanita berhenti tampil di TV tanpa kerudung dan dengan make-up yang tebal," ujar kementerian informasi dan kebudayaan.

"Semua pembaca berita wanita di channel TV Afghanistan juga diminta untuk menghargai nilai-nilai Islami dan Afghanistan," imbuhnya.

Seorang juru bicara untuk Presiden Hamid Karzai mengatakan pada AFP pada hari Selasa bahwa kementerian mengambil keputusan tersebut setelah berada di bawah tekanan dari dewan Ulema, badan agama tertinggi Islam di negara tersebut.

Media Afghanistan, yang pada dasarnya tidak ada selama rezim Taliban tahun 1996-2001, telah kembali menikmati kebebasan,dengan lebih dari 24 stasiun televisi menjamur dalam dekade sejak invasi AS tahun 2001.

Sebuah langkah yang tidak pasti dibuat untuk perundingan damai antara AS dan pemberontak Taliban, para wanita Afghan mengkhawatirkan kembali kaum Islam garis keras di ibukota Kabul.

Di bawah rezim Taliban, para wanita menjadi korban jajahan. Wanita tidak diperbolehkan bersekolah dan bekerja.

Mereka dicambuk di jalanan oleh polisi keagamaan jika mereka memakai pakaian apapun selain burqa berwarna putih atau biru yang menutupi seluruh badan. (ik/ml) Sumber: Yahoo!

Tidak ada komentar: